đź’Š Obat Diminum Terus, Tapi Kok Nggak Sembuh-Sembuh?
Pernah merasa begini? Minum obat rutin, tapi tubuh nggak kunjung pulih. Mungkin karena yang diobati cuma gejalanya, bukan akarnya. Yuk, pahami perbedaan antara menekan gejala vs menyembuhkan dari dalam. Baca selengkapnya dan temukan solusi alaminya di sini.
Mimin Berkah Sehat (Minhat)
5/8/20242 min read


Beberapa minggu lalu, saya mengalami sensasi aneh. Saya minum obat setiap hari—tekanan darah dikit rendah—tapi energi tetap lesu, mood mudah drop. Saya pun bertanya ke diri sendiri, "Kenapa ya, kalau secara gejala sudah tertangani, tapi tubuh masih belum sreg?" Jawabannya sederhana: ibaratnya kita sering cuma mengepel lantai yang basah, tanpa pernah memperbaiki atap bocornya.
Kenapa Obat Farmasi Itu Pendekatan Sementara
Obat farmasi dirancang untuk menenangkan gejala—nyeri, demam, hipertensi, gula darah—bahkan dalam hitungan detik. Tapi apakah obat itu sejatinya memperbaiki sel yang rusak, meredakan peradangan yang lama, atau memulihkan sistem imun kita dari dalam? Jawabannya: tidak.
Ibaratnya, atap masih bocor, tapi kita terus-terusan mengepel lantai. Bersih sebentar, kembali becek lagi.
Akar Masalah yang Sering Terlewatkan
Saya sering mendapat cerita seperti ini:
“Saya minum obat rutin tiap hari, kontrol jaga pola makan, tapi kenapa gula darah masih naik-turun ya?”
Ini terjadi karena kita fokus ke gejala, tidak memperbaiki akar masalah:
Pola makan: terlalu banyak gula dan lemak olahan.
Toksin tubuh: menumpuk dari polusi, pestisida, makanan olahan.
Stres berkepanjangan: hormon jadi kacau.
Gizi kurang optimal: kurang antioksidan, vitamin alami, enzim hidup.
Ibarat mau membangun rumah: jika fondasinya rapuh, tinggi-tinggi saja gagal. Begitu juga tubuh: akar masalah harus diatasi, baru gejalanya bisa benar-benar hilang.
Pendekatan Holistik: Mulai dari Dalam
Yang saya pelajari, pendekatan ini bisa mengubah permainan:
Makanan yang nyata penyembuh – whole food, sayur buah utuh, superfood macam Subarashi, Utsukushii, Hikari.
Detoks ringan – mulai dari air putih, sauna, atau kuning telur, bukan diet ekstrim.
Istirahat dan tidur berkualitas – tidur cukup = reset hormon dan sel.
Kelola stres – meditasi, jalan pagi, ngobrol dengan teman.
Olahraga ringan + herbal – bukan untuk bakar kalori, tapi untuk sirkulasi sel dan sistem limpah.
Perubahan Kecil, Hasil Besar
Saya bukan mengajak Anda meninggalkan dokter atau obatnya. Gejala memang harus ditangani, agar kita bisa tetap melakukan aktivitas sehari-hari. Tapi, alangkah baiknya jika kita juga memperbaiki “atap atapnya”:
Makan lebih banyak sayuran hijau, ikan, kacang-kacangan.
Kurangi makanan instant dan kemasan/processed.
Tidur lebih berkualitas dan kelola stres.
Tambahkan nutrisi penyembuh setiap hari (superfood, makanan sehat alami).
Aksi: Mulai Hari Ini
Mulai dari sekarang, tanyakan pada diri sendiri:
Apakah selama ini saya cuma fokus atasi gejalanya?
Apakah saya sudah jadi teknisi untuk atap sendiri?
Kalau belum, apa langkah kecil yang bisa saya mulai besok pagi?
Jangan cuma mengepel lantai—ayo perbaiki atapnya! Mulai dari apa yang Anda makan hari ini. Percayalah, efeknya akan terasa bukan hanya secara fisik, tapi juga energi dan rasa nyaman dalam hidup. 🛠️🌱
Konsultasi gratis: Sheila (WA: 08111797970)